Senin, 23 November 2015

PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA dan DESA


Berikut adalah perbedaan masyarakat kota dan desa, menurut saya pribadi yaitu:
1.      Segi Fashion
Mungkin sekarang-sekarang ini, dimana zaman semakin berkembang pesat dalam hal fashion masyarakat desa pun dalam hal fashion tak kalah bagusnya, namun kalau berbicara pada masa lampau atau bahkan masa kini namun pada desa yang masih benar-benar pelosok tentu saja segi fashion mereka berbeda dengan masyarakat kota, terlebih kalau adat kebudayaan suku yang masih kental masyarakat desa pasti cenderung menggunakan pakaian tradisional sehari-harinya.
2.      Segi Adat istiadat
Masyarakat kota mayoritas nilai adat istiadat dari suku asal mereka sudah tidak terlalu kental sebagaimana yang masyarakat desa lakukan.
3.      Segi Suasana
Dikota, masyarakat kota cenderung lebih banyak memakan soal kemacetan setiap harinya atau menyaksikan kepadatan penduduk dikota itu sendiri, contohnya saja Jakarta sehingga masyarakat kota mudah sekali stress karna hal itu. Sedangkan di desa, suasana desa biasanya lebih tenang dan dikelilingi banyak gunung, bukit ataupun hutan dan udaranya pun di desa yang masih asri itu pastinya lebih segar sehingga membuat masyarakatnya tidak mudah mengalami stress seperti dikota.
Masih banyak lagi perbedaan antara masyarakat kota dan desa, mari kita ketahui dari beberapa sumber yang lainnya:

1.       Kehidupan Masyarakat perkotaan

Secara sosiologis penekanannya pada kesatuan masyarakat industri, bisnis, dan wirausaha lainnya dalam struktur yang lebih kompleks.
Secara fisik kota dinampakkan dengan adanya gedung-gedung yang menjulang tinggi, hiruk pikuknya kendaraan , pabrik, kemacetan, kesibukan warga masyarakatnya, persaingan yang tinggi, polusinya, dan sebagainya.
 
2.       A.  Pengertian Masyarakat Kota

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

 

·        * Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
·         Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung  padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
·         Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. 
·         Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
·         Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
·         Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu. 

Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

B. Pengertian Masyarakat Pedesaan


Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat  pemeritahan sendiri. Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuatsesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang sangat kuat yang hakekatnya. Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :

·         Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
·         Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
·         Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian

Berikut ini
ciri-ciri karakteristik masyarakat desa
, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.
·         Sederhana
·         Mudah curiga
·         Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
·         Mempunyai sifat kekeluargaan
·         Lugas atau berbicara apa adanya
·         Tertutup dalam hal keuangan mereka
·         Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
·         Menghargai orang lain
·         Demokratis dan religius
·         Jika berjanji, akan selalu diingaT

Ada beberapa
ciri-ciri karakteristik masyarakat kota
, yaitu:
·         kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah  peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
·         orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
·         di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
·         jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
·         interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.

 Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.
Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan  biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan. Selanjutnya, menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang  peranan penting.



 

Referensi: