PERBEDAAN
MASYARAKAT KOTA dan DESA
Berikut adalah perbedaan masyarakat kota dan desa,
menurut saya pribadi yaitu:
1. Segi
Fashion
Mungkin
sekarang-sekarang ini, dimana zaman semakin berkembang pesat dalam hal fashion
masyarakat desa pun dalam hal fashion tak kalah bagusnya, namun kalau berbicara
pada masa lampau atau bahkan masa kini namun pada desa yang masih benar-benar
pelosok tentu saja segi fashion mereka berbeda dengan masyarakat kota, terlebih
kalau adat kebudayaan suku yang masih kental masyarakat desa pasti cenderung
menggunakan pakaian tradisional sehari-harinya.
2. Segi
Adat istiadat
Masyarakat
kota mayoritas nilai adat istiadat dari suku asal mereka sudah tidak terlalu
kental sebagaimana yang masyarakat desa lakukan.
3. Segi
Suasana
Dikota,
masyarakat kota cenderung lebih banyak memakan soal kemacetan setiap harinya atau
menyaksikan kepadatan penduduk dikota itu sendiri, contohnya saja Jakarta
sehingga masyarakat kota mudah sekali stress karna hal itu. Sedangkan di desa,
suasana desa biasanya lebih tenang dan dikelilingi banyak gunung, bukit ataupun
hutan dan udaranya pun di desa yang masih asri itu pastinya lebih segar
sehingga membuat masyarakatnya tidak mudah mengalami stress seperti dikota.
Masih banyak lagi perbedaan antara masyarakat kota
dan desa, mari kita ketahui dari beberapa sumber yang lainnya:
1. Kehidupan
Masyarakat perkotaan
Secara sosiologis penekanannya pada kesatuan masyarakat industri, bisnis, dan wirausaha lainnya dalam struktur yang lebih kompleks.
Secara fisik kota dinampakkan dengan adanya gedung-gedung yang menjulang tinggi, hiruk pikuknya kendaraan , pabrik, kemacetan, kesibukan warga masyarakatnya, persaingan yang tinggi, polusinya, dan sebagainya.
2. A. Pengertian Masyarakat Kota
Masyarakat perkotaan sering disebut
urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan
pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan
masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu
:
· * Kehidupan keagamaan berkurang bila
dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
·
Orang kota pada umumnya dapat
mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang
penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
·
Pembagian kerja di antara
warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
·
Kemungkinan-kemungkinan untuk
mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga
desa.
·
Interaksi yang terjadi lebih banyak
terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
·
Pembagian waktu yang lebih teliti
dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
Perubahan-perubahan sosial tampak
dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh
dari luar.
B. Pengertian
Masyarakat Pedesaan
Desa adalah suatu kesatuan hukum
dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritahan sendiri. Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan
ikatan perasaan batin yang kuatsesama warga desa, yaitu perasaan setiap
warga/anggota masyarakat yang sangat kuat yang hakekatnya. Adapun yang menjadi
ciri masyarakat desa antara lain :
·
Didalam masyarakat pedesaan di
antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila
dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
·
Sistem kehidupan umumnya berkelompok
dengan dasar kekeluargaan.
·
Sebagian besar warga masyarakat
pedesaan hidup dari pertanian
Berikut ini
ciri-ciri
karakteristik masyarakat desa
, yang terkait dengan etika dan budaya
mereka yang bersifat umum.
·
Sederhana
·
Mudah curiga
·
Menjunjung tinggi norma-norma yang
berlaku didaerahnya
·
Mempunyai sifat kekeluargaan
·
Lugas atau berbicara apa adanya
·
Tertutup dalam hal keuangan mereka
·
Perasaan tidak ada percaya diri
terhadap masyarakat kota
·
Menghargai orang lain
·
Demokratis dan religius
·
Jika berjanji, akan selalu diingaT
Ada beberapa
ciri-ciri
karakteristik masyarakat kota
, yaitu:
·
kehidupan keagamaan berkurang bila
dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya
melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti
di masjid, gereja, dan lainnya.
·
orang kota pada umumnya dapat
mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
·
di kota-kota kehidupan keluarga
sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan
sebagainya.
·
jalan pikiran rasional yang dianut
oleh masyarkat perkotaan.
·
interaksi-interaksi yang terjadi
lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
Hal tersebutlah yang
membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena
itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari
ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke
kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.
Warga
suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam
ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem
kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan.
Selanjutnya, menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah
pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan
masih memegang peranan penting.
Referensi:





Tidak ada komentar:
Posting Komentar